28/30: Selamat Datang, Juni!
World Cup 2026, Filter/Efek (TikTok & YouTube), dan Kembalinya Timnas yang Menyenangkan
Minggu ke-12 (1 Juni - 7 Juni)
Selamat datang, Juni. Sudah 12 minggu secara konsisten membuat jurnal ini setiap minggunya, entah mau disebut jurnal, konten, atau apalah namanya. Ternyata kita bisa karena terbiasa. Meskipun untuk konten bulanan itu masih agak susah karena setiap kali sudah mulai nulis selalu muncul perasaan ragu, akhirnya belum kegarap sampai sekarang. Tapi aku akan mencobanya lagi di lain waktu dengan strategi yang berbeda, yaitu menabung konten dulu supaya ketika tidak ada ide buat bulan itu, tinggal posting dari tabungan yang sudah ada.
Untuk minggu ini mari kita bahas tentang World Cup 2026.
Pertama, filter/effect TikTok bertema World Cup 2026 yang aku buat sudah selesai dan dipublish. Kalian bisa cek di profil TikTok @thisjoys atau klik link di sini. Sebenarnya ada beberapa kendala dalam proses pembuatannya. Mac aku kayanya sudah cukup tua, jadi ketika scriptnya banyak, jalannya jadi sangat berat. Akhirnya aku memutuskan untuk memecahnya menjadi 2 versi: Group Stage dan KO. Selain itu, aku juga berencana mencoba membuat versi untuk YouTube. Sepertinya Effect YouTube sekarang sedang ada program challenge untuk menghasilkan pendapatan, kali aja beberapa tahun ke depan ada potensi monetisasi, lumayan. Meskipun kalau terlalu berharap biasanya malah tidak sesuai. Selain itu, yang di TikTok pun sekarang yang sering di-boost itu filter yang pakai template, sedangkan yang dibuat manual jarang sekali dapat giliran, tidak seperti dulu. Makanya sempat berhenti bikin effect TikTok, tapi sekarang mau mulai lagi karena ada target untuk mengejar kolaborasi dengan brand, semoga saja.
Enable 3rd party cookies or use another browser
Kedua, soal lagu tema World Cup 2026. Menurutku lagu dari IShowSpeed adalah yang paling enak didengar karena temponya yang bikin aku cocok dibanding lagu-lagu lainnya. Lagu Shakira juga sebenarnya bagus, cuma di aku kurang pas dan temponya terasa terlalu slow. Tapi itu balik lagi ke selera masing-masing.
Selain itu, World Cup 2026 ini penuh masalah dari berbagai sisi. Di Indonesia, masalah utamanya ada pada hak siar yang dipegang TVRI dan mitra streaming-nya yang sampai sekarang masih belum jelas, baik dari sisi aplikasi maupun website yang akan digunakan. Meskipun sempat ada uji coba streaming di YouTube, itu terasa aneh. Sementara Maxstreaming belum jelas kondisinya, meskipun paket berlangganannya sepertinya sudah tersedia untuk pengguna Telkomsel. Yang bikin khawatir, Folaplay ini OTT yang terbilang baru. Ini sudah hitungan hari menuju kick-off, kalau sampai hari H belum siap, sudah bisa dipastikan server mereka bakal meledak. Sekelas Vidio saja pernah down ketika ada pertandingan Liga Inggris beberapa tahun lalu, Mola juga sering tidak stabil. Apalagi Folaplay, kecuali nanti mereka streaming lewat YouTube private lalu di-embed ke dalam aplikasinya, tapi kalau sampai begitu ya lucu juga.
Di luar Indonesia, ada juga berbagai masalah yang dialami negara-negara peserta maupun penonton. Jepang mengeluhkan fasilitas tempat latihan yang tidak memadai. Pemain dari Irak dilaporkan sempat mengalami masalah imigrasi di Amerika Serikat. Penonton dari berbagai negara ada yang menghadapi masalah visa mendadak, dimana visa yang sudah disetujui tiba-tiba dibatalkan beberapa hari sebelum keberangkatan. Belum lagi laporan soal harga tiket dan akomodasi yang melonjak tajam serta transportasi antar kota tuan rumah yang dinilai kurang terorganisir. Cukup banyak yang perlu dibenahi untuk turnamen sebesar ini.
Sedikit prediksi: untuk final, kemungkinan besar France vs Portugal.
Terakhir, sedikit membahas Timnas Indonesia vs Oman. Dari pertandingan ini akhirnya aku bisa menikmati lagi menonton Timnas bermain. Waktu dilatih Patrick Kluivert, aku benar-benar tidak menikmati, mungkin karena ada juga perasaan kecewa terhadap PSSI yang tiba-tiba memecat STY di tengah jalan, padahal Timnas masih punya beberapa pertandingan tersisa untuk Kualifikasi Piala Dunia. Menurutku, kalau pemecatannya menunggu hingga proses kualifikasi selesai, masyarakat Indonesia pasti jauh lebih bisa menerima. Ditambah lagi, di era STY peluang Indonesia untuk lolos Piala Dunia sebenarnya lebih besar dibanding di bawah Patrick Kluivert.
Untungnya John Herdman adalah pengganti yang sangat tepat. Itu kelihatan jelas dari cara Indonesia bermain melawan Oman dan beberapa pertandingan sebelumnya. Yang sudah benar-benar aku nikmati memang baru pertandingan lawan Oman ini, tapi sudah ada perasaan yang berbeda. Semoga saja di Piala Asia nanti Indonesia bisa tampil memuaskan. Target 8 besar? Kenapa tidak, haha.
Selain itu minggu ini juga tidak terlalu banyak kegiatan juga, setiap malam hampir sekitar 4-5 hari menonton vtuber hololive bermain Minecraft event #ホロ金策サバイバル2 yang digelar oleh Shishiro Botan.
Sekian untuk minggu ini. Terima kasih sudah mau membaca, semoga kita selalu diberikan kemudahan dan kesehatan.
Baca juga edisi Minggu ke-11:




